Habib Rizieq: Kalau Salah Kami Minta Maaf ke Mega, Begitu Sebaliknya

Pagenews.co - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab belum secara resmi melaporkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke polisi terkait pidato di HUT ke-44 PDIP pada Selasa (10/1/2017). Habib Rizieq masih membuka pintu komunikasi.

"Soal Megawati, itu baru penyampaian informasi di Mabes Polri. Kami siap dimediasi 24 jam oleh kepolisian, kalau kami salah kami minta maaf ke Megawati, begitu juga sebaliknya," ujar Rizieq saat rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2017).

Pernyataan Megawati yang dipersoalkan oleh Rizieq itu berada di bagian awal pidato Megawati. Mulanya Mega menegaskan bahwa, PDIP partai ideologis dengan ideologi pancasila. Dengan diakuinya 1 Juni 1945 sebagai hari lahir, maka kata dia, pancasila adalah ideologi sah bangsa Indonesia.

Namun, menurut Mega, pancasila sebagai ideologi bangsa akhir-akhir ini terganggu. Ada sekelompok orang yang berusaha memaksakan ideologi tertutup. "Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi," kata Mega dalam pidatonya.

Para penganut ideologi tertutup ini melakukan tindakan yang hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.

"Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa "self fulfilling prophecy", para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya," papar Mega.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tidak takut dan siap menghadapi pelaporan Rizieq Shihab. "Kami tidak takut dan kami siap berhadapan dengan Bapak Rizieq," kata Hasto kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).

"Sekiranya Pak Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum, dan kami akan siapkan pembela hukum terbaik," tambah Hasto.

Menurut dia, memang selama ini Rizieq selalu mencari celah untuk 'menyerang' Megawati dan PDIP. Kini Rizieq menemukan celah itu melalui pidato yang disampaikan oleh Megawati di HUT PDIP ke-44 pada Selasa (10/1/2017) lalu. Terkait pidato tersebut, Hasto menyerahkan penilaiannya kepada masyarakat.

"Biar rakyat yang menilai pidato Ibu (Mega)," kata Hasto.

"Ini (pidato) untuk kebaikan bangsa dan negara tidak bermaksud melecehkan mana pun. Ini tanggung jawab ketua partai untuk menyampaikan kebenaran di atas kebenaran," pungkasnya. (Detik)

Bukti Rizieq Takut Sama Mega, Mengemis Minta Mediasi?

Pagenews.co - Rezieq Takut Sama Mega, Minta Dimediasi?

Penulis : Cak Anton

Ane bingung sama Rezieq ini, kemarin koar-koar mau mempolisikan Megawati terkait pidatonya yang menyatakan PDI P adalah Partai yang berideologi Pancasila, walaupun akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang memaksakan kehendak tentang ideologi tertutup.

“Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi,” kata Mega. “Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” papar Mega yang saya kutip dari laman detik.com

Dimana penganut Ideologi tertutup adalah kekuasaan didasarkan kepada kekuasaan totaliter, yang menggunakan propaganda dan teror sebagai kunci tercapainya kekuasaan.

Itulah kira-kira yang akan digunakan sebagai bahan untuk melaporkan Ibu Megawati, oh sungguh terlalu bagi saya, apakah saya yang sudah gila, dengan tidak menemukan kesalahan didalam pidato Ibu Megawati Soekarno Putri?

Karena menurut saya, adalah suatu kebodohan jika itu dijadikan bahan pelaporan, lawong ada yang salah aja tidak, ada yang menyebut nama FPI, atau Habib Rezieq saja atau tidak.

Jika FPI pada umumnya dan Rezieq pada khususnya tersinggung, secara tidak langsung, itu menjelaskan dan menyatakan diri, bahwa mereka ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi tertutup, dengan menggunakan propaganda dan teror sebagai tercapainya kekuasaan seperti yang diungkapkan oleh Ibu Megawati.

Jika FPI tersinggung, berarti benar kata Ibu Megawati, bahwa mereka Rasis, mereka suka menghayal dengan kehidupan yang akan datang, itu terbukti dengan ketersinggungan mereka, pantes saja sewaktu Ahok dilantik menjadi wakil Gubernur dan menjadi Gubernur menggantikan Jokowi teriak-teriak tidak mau dipimpin oleh pemimpin Kafir, giliran dipolitik aja pada ribut dipimpin kafir, giliran diperusahaan, pada diem aja dipimpin kafir, capek deh, tolong dong lihat manusia itu karena manusianya bukan karena agamanya, agama itu untuk mengatur tatanan, bukan untuk merusak tatanan, beda boleh, tapi jangan terpecah.

Selain tidak adanya celah kesalahan dari pidato Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut, tidak kita pungkiri, PDI Perjuangan memiliki banyak simpatisan dan merupakan partai pemenang pemilu, jika Rezieq ingin menekan kepolisian menggunakan massanya yang tidak seberapa dibandingankan massa di PDI Perjuangan, tentu saja itu akan sia-sia saja.

Walaupun saya bukan orang dari partai politik manapun, saya memandang PDI Perjuangan adalah Partai yang konsisten, walaupun diterjang isu yang bermacam-macam, PDI Perjuangan tetap kukuh pada pendiriannya, itu dilihat dari PDI Perjuangan yang berkomitmen berada diluar pemerintahan dimasa SBY.

Selain itu, sosok Soekarno dianggap masih melekat didalam diri Megawati, berbeda dengan anak-anak Soekarno lainnya, begitu pula dengan cucu-cucunya belum dipandang memiliki sosok dari Presiden sekaligus Bapak Proklamator NKRI itu, jadi jika nanti Ketua Umum PDI Perjuangan yang terpilih adalah anak dari Megawati, kemungkinan PDI Perjuangan akan merosot jauh suara dan simpatisannya.

Jangankan FPI, pemerintahan SBY selama sepuluh tahun saja dilawan sama emak banteng ini, yah mungkin Beliau memiliki naluri seorang ibu yang kuat, walaupun cerewet dan mrepet, tetap saja itu bertujuan untuk kebaikan anak-anaknya, disaat anak-anaknya kelaparan dia rela menjual anting dan gelang untuk biaya makan sampai biaya sekolah anaknya. gileeee…baru kali ini gue berpandangan positif dan mendukung Partai Politik, ini semua gara-gara FPI, wakakkk….

O iya, Pak Hasto sudah mempersilakan FPI untuk melapor tuh, beliau bilang “Sekiranya Pak Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum, dan kami akan siapkan pembela hukum terbaik,” dan dia juga bilang “Biar rakyat yang menilai pidato Ibu (Mega),Ini (pidato) untuk kebaikan bangsa dan negara tidak bermaksud melecehkan mana pun. Ini tanggung jawab ketua partai untuk menyampaikan kebenaran di atas kebenaran,” (Seword)

Wakil Ketua DPR Sebut Presiden Sumber Hoax

Pagenews.co - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, melontarkan pendapatnya terkait isu hoax yang kini santer di kalangan masyarakat. Menurutnya, agar hoax tidak berkembang dan memicu kegelisahan, pemerintah harus melakukan perubahan.

Salah satu contohnya adalah membuat struktur percakapan publik yang akan disampaikan kepada masyarakat. Sebab, ketidakselarasan dalam penyampaian pesan bisa membuat pemberitaan yang simpang siur.

"Saya kira, yang penting adalah menstruktur percakapan publik. Ini mungkin yang penting saya sampaikan. Saya pernah ketemu pak Menteri (Menkominfo Rudiantara), kita tidak mau menjadi Harmoko seperti pada zaman ketika hanya ada satu sumber kebenaran," ujar Fahri dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa malam, 17 Januari 2017.

Fahri juga merujuk dari perkataan Rocky Gerung, yang mengatakan bahwa Presiden bisa saja menjadi sumber hoax. Itu lantaran presiden terkadang disuguhi data tidak benar oleh anak buahnya.

"Kalau disinyalir dari ucapan bung Rocky, Presiden itu sumber hoax. Presiden tidak tahu bahwa ada tarif naik, Presiden disuguhi data bohong oleh anak buahnya dan dia sampaikan begitu saja,” ungkapnya.

Dia menuturkan, para menteri pun memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menyampaikan informasi.

Fahri mencontohkan, Menteri Tenaga Kerja mengatakan bahwa tenaga kerja asing mencapai 78 ribu di Indonesia. Sedangkan Presiden menyebut hanya 21 ribu.

“Untuk itu, saya mengusulkan Juru Bicara presiden berbicara. Karena kalau tidak bicara, orang lain akan berbicara, karena ada kebebasan berbicara. Marilah kita strukturkan sumber percakapan bangsa ini. Itu yang kita perlukan saat ini, karena hoax itu tidak ada strukturnya," ujarnya. (Viva)

MUI: Jangan Mencibir Ulama Seolah Over

Pagenews.co - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia atau MUI Nasaruddin Umar menanggapi pernyataan soal fatwa MUI yang dinilai bisa picu tindakan yang mengusik keamanan dan ketertiban masyarakat. Nasaruddin mengingatkan bahwa fatwa dikeluarkan melalui permintaan masyarakat dan kajian perkembangan terkini. Tujuannya adalah sebagai bimbingan kepada umat.

"Kita jangan serta-merta mencibir bahwa ulama itu seolah over," kata Nasaruddin Umar dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Rabu, 18 Januari 2017.

Dia mengatakan, harus dibedakan antara soal fatwa dan dampak fatwa itu sendiri. Mantan Wakil Menteri Agama ini mengingatkan bahwa fatwa juga memberikan klarifikasi terhadap sebuah persoalan yang sedang dihadapi umat. Namun dia tak menampik, fatwa bisa diperbarui.

"Apa pun bisa direvisi kecuali Alquran," kata dia. Hal tersebut disampaikannya menanggapi pernyataan Kapolri Tito Karnavian soal fatwa MUI yang dikhawatirkan bisa memicu tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat. Pernyataan Tito ini lantas menjadi pro dan kontra di publik.

"MUI itu harus independen tapi juga majelis ulama tidak bisa melepaskan diri di mana dia berada," kata Nasaruddin lagi soal konteks perlunya fatwa selama ini.

Sementara Analis Kebijakan madya bidang Pengmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Sulistyo Pudjo Nugroho mengatakan bahwa bukan fatwa MUI yang dipermasalahkan namun cara merespons fatwa tersebut. Dia mengatakan bahwa bagaimana pun apabila ada pihak yang menggunakan fatwa itu dengan salah maka mau tak mau harus bersinggungan dengan tugas Kepolisian yang harus menjaga keamanan dan ketertiban.

"Tidak seperti itu (salahkan fatwa). Namanya fatwa MUI ini apa yang hidup di masyarakat dan itu hubungannya dengan Kepolisian sangat erat dan menjadi kongruen," kata Sulistyo.

Polisi kata dia bukan ingin mencampuri urusan fatwa namun hanya menjelaskan dampak apabila fatwa itu apabila direspons oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Apa yang disampaikan MUI efeknya selalu bisa pada kamtibmas (keamanan, ketertiban masyarakat)," katanya. (Viva)

Tegas! Tito Karnavian: Polisi Selidiki Penghinaan Bendera Merah Putih saat Demo FPI

Pagenews.co - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus dugaan penghinaan bendera merah putih yang terjadi saat demo massa Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri, Senin 16 Januari 2017 lalu. Di tengah kerumunan massa, berkibar bendera merah putih yang telah dicoret dengan tulisan Arab dan gambar silang pedang berwarna hitam.

Saat ini, polisi tengah mencari siapa yang membuat dan membawa bendera tersebut. "Sekarang kita melakukan penyelidikan. Siapa yang membuat, siapa yang mengusung. Penanggung jawab, korlapnya akan kita panggil," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/1/2017).

Tito menegaskan, coretan yang disengaja pada bendera merah putih tersebut merupakan suatu pelanggaran. Pelaku pun dapat diancam dengan hukuman kurungan selama satu tahun penjara.

"Bendera merah putih tidak boleh diperlakukan tidak baik, di antaranya membuat tulisan di bendera dan lain-lain. Itu ada undang-undangnya, hukumannya satu tahun," tutur dia.

Karena itu, mantan Kapolda Metro Jaya itu pun meminta agar anak buahnya mengusut kasus ini secara maksimal. Dia ingin melihat, apakah pelaku maupun koordinator aksi berani mempertanggungjawabkan tindakan itu.

Apalagi, gambar dan rekaman video berkibarnya bendera merah putih yang dicoret dengan tulisan Arab itu telah viral di sejumlah media sosial.

"Kita melihat sportifitas. Jangan sampai nanti, mohon maaf, ada akal-akalan bilang nggak tahu padahal tahu, itu berbohong diri sendiri," Tito Karnavian memungkas. (Liputan6)

Pasukan Oranye Diperas Rp 500.000 Supaya Tidak Dipecat, Pak Ahok Cepatlah Pulang!

Pagenews.co - Calon Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ini sedang tidak aktif menjabat, terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2016. Jabatan Gubernur digantikan sementara oleh PLT Gubernur, Soni Sumarsono yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Jadi belum genap tiga bulan lamanya pak Ahok tidak menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

Sayangnya, sudah banyak keluhan dari warga Jakarta di bawah pemerintahan pak PLT ini. Beberapa kebijakan super fantastis bin menyebalkan pun sudah diglontorkan oleh beliau. Sebagian rangkuman-nya ada di foto di atas. Untungnya beberapa kebijakan tersebut pada akhirnya ada yang dicoret oleh Mendagri.

Selain yang tercantum di foto, belum lama ini diterbitkanlah Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta Nomor 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya, PHL ini disebut juga jasa orang perorangan yang direkrut dengan pengadaan langsung,” kata mantan pejabat pengadaan barang dan jasa di DKI, Benny Nugraha.

Surat edaran tersebut pada intinya merubah sistem perekrutan pekerja harian lepas (PHL) Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta. Perubahan tersebut membuat para calon pekerja yang melamar harus berupaya ekstra keras supaya bisa diterima. Kenapa? Karena ada mekanisme eliminasi dan negosiasi dalam proses penerimaan demi menyesuaikan diri dengan kuota PHL yang tersedia. Ada ujian tertulis yang harus diikuti seluruh pelamar, selain itu karena adanya quota yang terbatas dan proses ‘negosiasi’, sehingga meski memenuhi syarat dan ujian tertulisnya mendapatkan poin tinggi, pelamar belum tentu diterima.

Siapa saja yang terkena dampak Surat Edaran ini?

Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)
Pekerja Harian Lepas (PHL)
Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu
Pekerja sejenis yang terikat kontrak
Berikut kutipan tanggapan pak Ahok ketika diminta tanggapan terhadap Surat Edaran ini, “Tes untuk PHL tidak perlu terlalu sulit. Bahkan, menurut dia, PHL yang bertugas sebagai penyapu jalan atau membersihkan got tidak perlu melek huruf. “Aduh, mau tes apa sih? Cuma bersih-bersih got mau tes apa? Saya mau tanya kamu mau cari sarjana apa cari tukang bersih got? Enggak perlu terlalu pinter kok, yang penting kamu jujur, mau kerja, rajin,” ujar pak Ahok.


Saya setuju dengan tanggapan pak Ahok, karena terus terang saja, kalau untuk petugas yang kerjanya membersihkan jalanan, saluran air, sungai-sungai, taman, dan sekitarnya. Untuk apa perlu tes tertulis? Lagipula, tingkat pendidikan orang kan tidak sama seragam. Ada yang tidak sekolah, sampai ada yang bergelar Doktor (S3). Dan semua tentu punya profesi masing-masing yang bersesuaian dengan tingkat pendidikan masing-masing. Ibarat kata, mana mau orang pendidikan tinggi kerja jadi tukang sapu? Tentu dia mau cari pekerjaan yang sesuai kapasitas dan tingkat pendidikannya.

Surat edaran ini menurut saya lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Kenapa? Pemborosan uang negara yang tidak perlu, itu satu. Pemborosan waktu dan tenaga dari kedua belah pihak, baik pihak penyedia jasa juga pihak pengelola jasa tersebut, itu dua. Rawan korupsi, kolusi dan nepotisme, itu tiga.

Dedi (29), salah satu PHL dari Kelurahan Maruna, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengaku dipungut Rp 500.000. “Saya dimintain Rp 500.000, sama orang PPSU (Petugas Prasarana Sarana Umum). Dia ngaku dekat sama Lurah, jadi nanti kontraknya tetap bisa lanjut asal bayar Rp 500.000,” berikut kutipan pernyataan Dedi. Selain itu, menurut Dedi yang telah bekerja selama dua tahun itu, PHL banyak diputus kontrak. Pihak Kelurahan lebih memilih PHL yang baru. Padahal ia dan rekan-rekannya telah memenuhi syarat.


Disini saya tidak bermaksud menyinggung tingkat pendidikan siapapun. Inti dari tulisan ini adalah : Ini kog Jakarta bukannya maju ke depan, tapi malah balik lagi ke jaman dulu, dimana birokrasi pemerintahan ‘sengaja’ dibuat panjang dan berliku-liku, bikin males! Praktek KKN yang dulu sudah banyak berakhir kini mulai tumbuh menjamur. Pak Ahok, cepatlah pulang ke Balai Kota menjadi Gubernur lagi! Tanpamu Jakarta kembali menjadi kejam… lebih kejam daripada ibu tiri, hiks…

A good government is so hard to find, and too easy to get rid of by a flock of corrupt people… (Seword)

Tensi Tinggi Hubungan Rizieq Shihab dan Polisi

Pagenews.co - Layaknya roda kehidupan, kadang kita berada di atas, kadang berada di bawah. Begitu juga dengan hubungan manusia, kadang baik, kadang memanas karena perselisihan. Ini juga yang terjadi pada hubungan Rizieq Shihab dengan polisi.

Meski sering diberitakan bersitegang dengan pejabat kepolisian, bukan berarti pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tidak bisa duduk bersama dengan polisi. Bahkan, Rizieq mengklaim bahwa dirinya sangat kooperatif dalam memenuhi setiap panggilan polisi atas laporan yang menyeret dirinya.

Dia juga berjanji akan melawan pihak-pihak yang berani mengintervensi kinerja polisi. Seperti dalam penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Pihak mana pun jangan ada yang intervensi. Saya dan kawan-kawan dengan gerakan nasional pendukung fatwa MUI akan melawan habis-habisan mereka yang intervensi," tegas Rizieq beberapa waktu lalu.

Namun, hubungan Rizieq dan polisi akhir-akhir tengah memanas. Hal ini dipicu bentrokan yang terjadi antara FPI dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bandung. Ketika itu, Rizieq memenuhi panggilan Polda Jawa Barat terkait laporan Sukmawati Soekarnoputri tentang penodaan Pancasila dalam tesis yang dibuat Rizieq.

Apa yang membuat aksi itu jadi penyebab kerenggangan hubungan Rizieq dengan polisi? Diketahui Ketua GMBI tersebut merupakan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan. Dia sudah menjadi ketua organisasi itu sekitar sembilan tahun.

Dari kasus inilah, Rizieq mulai melaporkan beberapa petinggi kepolisian. Tidak hanya Anton, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan juga dilaporkan atas kasus lain.

Saling lempar komentar mulai meramaikan pemberitaan media, baik dari pihak Rizieq, maupun dari petinggi kepolisian yang dilaporkan.

Kapolda Jabar: Saya Berikan Jabatan Saya ke Habib Rizieq

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan menanggapi tuntutan FPI terkait pencopotan dirinya. Bagi Anton, tak masalah jika dicopot dari jabatannya. Dia pun akan menyerahkan jabatannya kepada Pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab jika menginginkannya.

"‎Kalau saya mau dicopot silakan saja. Kalau yang pengin saya berikan, Habib Rizieq mau jadi kapolda, saya berikan tapi Lemhanas dulu, sekolah dulu. Saya berikan sekarang juga," kata Anton usai bersilaturahmi ke rumah sesepuh Jabar, Solihin GP di Kawasan Cisitu, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa, 17 Januari 2017.

Anton menegaskan, jabatan yang diembannya kini merupakan amanah dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Untuk itu, dia bersedia dicopot jika ‎telah melakukan kesalahan apalagi telah mencoreng institusi Polri.

"‎Tapi yang berikan itu adalah pimpinan. Bukan pengadilan massa. Bukan intimidasi. Datang beribu orang. Enggak izin. Apakah itu etika?‎ Kalau benar kenapa mesti takut, harusnya dihadapi saja," ujar mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

"Copot saya silakan kalau saya salah. Emang gampang? Sekarang‎ kalau enggak setuju copot. Sekarang jelas ada yang bakar rusak (markas GMBI di Bogor). Kalau saya, ada begitu, mundur. Kemudian ini malah berkelit bukan massanya," kata Anton bernada kesal.

Rizieq FPI: Saya Tidak Kooperatifnya di Mana?

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mempertanyakan pernyataan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang menganggapnya tak kooperatif saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan dugaan penghinaan terhadap Pancasila di Mapolda Jabar, Kamis, 12 Januari 2017 lalu.

"Kapolda Jabar mengatakan saya tidak kooperatif. Mestinya, dia menjelaskan tidak kooperatifnya di mana," ujar Rizieq usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III di kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2017.

Rizieq mengakui, sempat tidak menghadiri panggilan pertama penyidik Polda Jabar. Namun, ia sudah menyampaikan alasan ketidakhadirannya itu dengan mengutus pengacara dan menyerahkan surat keterangan tidak menghadiri pemeriksaan kepada penyidik.

"Saya kirim pengacara ke Polda Jabar membawa surat dokter dan menyampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa datang, Insya Allah panggilan kedua datang. Apa itu tidak kooperatif, apa itu melanggar undang-undang?" tanya Rizieq Shihab.

Habib Rizieq Akan Laporkan Kapolda Metro Jaya ke Propam Polri

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berencana melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Rizieq menganggap, Iriawan merupakan pihak yang paling bertanggung jawab ketika kericuhan saat demonstrasi 4 November 2016 lalu di depan Istana Negara.

"Jadi Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab terhadap perilakunya tersebut. Ini akan kita laporkan ke Propam Mabes Polri agar diperiksa secara hukum," kata Rizieq usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2017.

Menurut Rizieq, Iriawan telah melakukan tindakan tidak terpuji ketika mengamankan demonstrasi 4 November 2016 lalu di Istana Negara. Menurut Rizieq, Iriawan memprovokasi Laskar FPI untuk menghantam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang turut berunjuk rasa pada saat itu.

"Jadi kita punya bukti bagaimana Kapolda Metro itu memprovokasi Laskar FPI untuk menghantam HMI. Itu ada rekamannya," ucap Habib Rizieq.

Kapolda Metro: Rizieq Shihab Mau Copot Saya, Enak Saja

Selain Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan, massa FPI juga meminta Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan untuk dicopot terkait tudingan provokatif.

Iriawan pun merespons dengan tegas permintaan FPI tersebut. "Siapa yang mau nyopot saya? Emang siapa dia mau copot saya, enak saja," kata Iriawan.

Sebelumnya, Rizieq Shihab meminta Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan kembali belajar hukum. Sebab, menurut dia, Iriawan menuding aksi Bela Islam 212 lalu sebagai aksi makar.

"Maka saya ingatkan ke Kapolda Metro Jaya Jangan sembarangan menyebarluaskan isu makar terhadap aksi 212. Bilang sama Kapolda Metro suruh belajar hukum lagi," kata Rizieq, pada Rabu, 11 Januari 2017.

Bahkan, Rizieq meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Metro karena pernyataannya tersebut. Sebab menurut dia, Iriawan memprovokasi masyarakat bahwa ada upaya makar terhadap pemerintahan yang sah dengan aksi 212.

Rizieq dan Kapolri Tito Karnavian Duduk Bersama di Aksi Damai 212

Sebelum gunjang-ganjing hubungan Rizieq dengan polisi, ada pemandangan indah nan menenangkan hati ketika aksi damai pada 2 Desember 2016 silam di Lapangan Monas, Jakarta.

Rizieq Shihab yang didaulat memberikan ceramah salat Jumat saat itu duduk bersebelahan dengan Kapolri Tito Karnavian. Sebagai muslim, keduanya satu suara dalam membela Islam dan menjaga persatuan Warga Negara Indonesia.

Dalam ceramahnya, Rizieq menyampaikan kewajiban setiap muslim dalam menjalankan dan mengamalkan Alquran. "Jangan memperolok-olok Alquran. Barang siapa memperolok Alquran, maka dia adalah murtad," tegas Rizieq. (Liputan6)

Sungguh Kasihan Rizieq Shihab Kalau Dugaan Penghasutan Terbukti

Pagenews.co - Ketika Dwi Estiningsih dulu muncul bermain bola salju di tepian jurang, dengan mengkafirkan pahlawan dan utak-atik gathuk lambang PKI di duit rupiah, bola salju menjadi besar. Ia terus menggelinding dan menghantam apapun seenak udelnya. Rizieq Shihab kena hantaman bola salju itu.

Tak merasa sakit, malah justru semakin mendorong bola salju itu agar terus menggelinding. Tak tahu juga sebenarnya dimana arah bola salju itu. Siapa atau apa objek yang akan dihantamkan oleh bola salju itu, tak jelas. Tapi jelasnya kini bola itu menjadi lebih besar. Gaungnya cukup kontroversial dan terus membuat namanya semangkin terkenal.

Rizieq Shihab mungkin memang hobi sekali hantam sana-hantam sini. Setelah Ahok, ia ikut-ikutan Dwi Estiningsih menghantam logo PKI, setelah itu juga mencurigai anggota dewan kesurupan, eh, kesusupan ideologi komunis. Komunis yang sudah mati itu, dipanggil lagi oleh Rizieq.

Eh, soal kecurigaan logo PKI itu juga tetap diteruskan. Padahal sudah diklarifikasi oleh pihak Bank Indonesia. Dan kecurigaan yang bahkan disampaikan di depan jamaahnya: “ini fakta, ini fakta”, itu diunggah di YouTube, dan akhirnya malah digunakan untuk menyampluk dirinya karena dugaan penghasutan yang memiliki kemungkinan akan memecah-belah bangsa.

Tak henti sampai disitu, bahkan Rizieq nyuruh-nyuruh Pak Tito untuk menggantikan Kapolda Jabar. Ia mengajak dan mengerahkan kemampuannya dalam mengakomodir massa, melakukan pelaporan secara gerombolan, melakukan demonstrasi. Said Agil Siradj sampai heran. Ia mengatakan bahwa: “Masa ceramah tiap hari menghasut terus. Bukan ulama itu.”

Lha terus apa dong-dang-ding-dong? Penghasut? Padahal Islam sendiri bahkan mengajarkan kepada ummatnya bahwa menghasut akan melenyapkan amal ibadah seperti api membakar kayu bakar. Tapi apa sebenarnya yang terjadi dalam diri psikologis Rizieq Shihab ini sebenarnya? Ia masih saja menciptakan gangguan dan terus menyinggung banyak orang, juga banyak pihak?

Pelaporan demi pelaporan yang merasa terganggu dan tersinggung oleh ucapan dan tindakan Rizieq Shihab kini bermunculan. Mungkin saja Rizieq tak pernah tahu tentang teori Archimedes, bahwa semakin kuat benda itu ditekan ke dalam air, sama kuatnya pula benda itu kembali mengapung. Semakin Rizieq hantam sana-sini, akan semakin kuat pula hantaman balik yang akan memukulnya.

Setelah merasakan beberapa ancang-ancang hantaman balik, baru ancang-ancang karena hanya laporan, eh, si Rizieq sudah paniknya bukan main. Mengadu ke DPR, menemui kelompok oposisi pemerintah dan mencari penyokong untuk mendukung segala dugaannya. Dugaan yang belum terbukti tapi ia teriakkan “fatka ini, fakta.”

Manuver kepanikan Rizieq ini sungguh berbahaya. Karena dari sana, kita bisa membaca apa yang akan terjadi sesudahnya. Meski kita tak tahu pasti apakah akan terjadi atau tidak. Tapi kita bisa menerka, dengan ia mencari dukungan lain, karena tujuh juta massa yang ia klaim sepertinya tak bisa turut menolongnya, ia seakan membuat sebuah kelompok baru lagi. Akan tercipta sebuah benturan kembali dari orang-orang yang tadinya tidak terlalu terusik.

Ini semacam adu domba. Yahya bin Akhtsam mengatakan bahwa “perbuatan seorang nammam (pengadu domba) lebih jahat daripada tukang sihir, karena seorang pengadu domba dapat melakukan perbuatannya itu dalam beberapa saat yang tidak bisa dilakukan penyihir dalam satu tahun.” Dalam Qur’an juga disebutkan:

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min darn mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (al-Ahzab:58).

Tindakan-tindakan Rizieq yang keras, mengkafirkan sana-sini dan beberapa tuduhan hanya muncul dengan asumsi perkiraan (logo PKI di rupiah), telah banyak membuat orang hatinya terluka. Menanggapi balik Rizieq dengan hantaman yang akan menciptakan luka yang sama perihnya, sepertinya tidak bagus.

Ali bin Abi Thalib, yang juga pernah dipusingkan oleh kaum yang suka mengkafirkan muslim yang lain, selalu mencoba sabar untuk tak menghadapi secara konfrontatif kelompok khawarij ini. Dialog demi dialog terus berlangsung, tapi tak berujung-berpangkal. Seperti yang pernah disampaikan oleh Sahl bin Hunaif ketika ditanya tentang apakah Kanjeng Nabi pernah mengatakan sesuatu tentang golongan Khawarij ini, Sahl bin Hunaif menjawab bahwa Kanjeng Nabi pernah bersabda:

“… mereka membaca Qur’an tak sampai melampaui tulang selangka mereka. Mereka keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari binatang yang diburu.”

Ali bin Abi Thalib pun, mengucapkan kalimat yang hingga kini kemudian sangat populer untuk menanggapi kaum Khawarij ini: “Ungkapan kebenaran digunakan untuk yang batil.” Tak ingatkah Rizieq Shihab tentang kisah-kisah masa lalu itu, kisah-kisah Khawarij dan ungkapan Ali bin Abi Thalib? (Seword)

Habib Rizieq, Kapolri : Tolong Jangan Bawa Massa Kalau Dipanggil Polisi

Pagenews.co - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyayangkan terjadinya bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Jawa Barat beberapa hari lalu.

Bentrokan dan saling serang itu terjadi sesaat setelah Pemimpin FPI, Rizieq Shihab, diperiksa terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila di Polda Jawa Barat.

Kerena itu, Tito meminta agar siapa saja yang dipanggil penyidik untuk diperiksa tidak membawa massa dalam jumlah besar. Sebab, pengerahan massa dalam jumlah besar rentan menyebabkan terjadinya gesekan dan menimbulkan hal-hal negatif.

"Sebetulnya saya berharap kalau ada pemanggilan tolonglah jangan ada mobilisasi massa. Karena kalau ada mobilisasi massa akan terbentuk psikologi massa," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/1/2017).

Kapolri menjelaskan, psikologi massa cenderung bersifat irasional. Selain itu, mereka juga mudah terprovokasi satu sama lain. Berbeda dengan psikologi individu yang lebih bersifat rasional dan logis.

"Mengumpulkan 100 hingga 1.000 massa itu juga susah mengendalikannya. Karena itu, ketika terjadi pemanggilan datanglah dengan hanya membawa lawyer," tutur dia.

Terperiksa cukup didampingi oleh pengacara ketika menjalani pemeriksaan. Dia tidak perlu takut akan dipersangkakan dengan pasal tertentu. Sebab, status tersangka bukan akhir dari proses penegakan hukum.

"Kalau kita benar, tunjukkan kebenaran itu dan sampaikan. Pemanggilan polisi kan bukan proses terakhir. Masih banyak proses lainnya. Bisa dilidik dan kemudian dihentikan. Bisa ada upaya hukum lain. Bisa dihentikan di kejaksaan atau pengadilan juga," ujar Tito.

Menurut Tito, pengerahan massa ini dapat diartikan seolah-olah menekan dan mengintimidasi kinerja penyidik. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya itu memastikan penyidikan polisi bersifat profesional dan independen.

Selain itu, adanya pengerahan massa juga berpotensi menimbulkan pengerahan massa dari kelompok lain. Sebab, setiap persoalan biasanya menimbulkan pro dan kontra.

"Apalagi ini isunya Pancasila, sensitif karena ideologi negara. Pasti ada pro dan kontra. Oleh karena itu, untuk menghindari itu jangan dipancing dengan pengerahan massa," ujar Kapolri Tito Karnavian. (Liputan6)

Ramai-Ramai Laporkan Rizieq Shihab ke Polisi, Ini Daftarnya dan Tanggapan Habib Rizieq

Pagenews.co - Laporan terhadap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terus berdatangan ke polisi. Mereka yang melaporkan Rizieq berasal dari organisasi maupun perorangan.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengakui adanya indikasi ormas FPI mengarah pada perbuatan-perbuatan yang meresahkan warga. Ia menegaskan pihaknya tidak ragu memproses FPI lantaran ormas tersebut tidak kebal hukum.

"Tidak ada kebal hukum, nanti kita lihat perkembangannya. Kalau ada pelanggaran hukum. Enggak ada ragu-ragu," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat disinggung mengenai indikasi FPI mulai meresahkan, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 16 Januari 2017.

Dari penelusuran Liputan6.com, setidaknya ada enam elemen masyarakat yang melaporkan Rizieq Shihab ke polisi. Mereka mengadukan Rizieq terkait dengan dugaan kasus kebhinekaan dan penodaan agama.

Lantas siapa saja yang melaporkan pimpinan FPI Rizieq Shihab tersebut? Berikut ini daftarnya:

1. Sukmawati Soekarnoputri

Tak terima dengan pernyataan Rizieq Shihab, putri Presiden RI pertama Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan pentolan FPI itu ke Bareskrim Polri, 27 Oktober 2016. Rizieq dianggap melecehkan Pancasila dalam ceramahnya di wilayah Jabar.

Dalam rekaman itu, Rizieq menyebut "Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.

Atas laporan tersebut, Polda Jabar memeriksa Rizieq Shihab pada Kamis 12 Januari 2017. Dalam pemeriksaan selama 4,5 jam itu, Rizieq dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik.

Usai pemeriksaan, Rizieq menyatakan tidak melakukan penghinaan dan penodaan terhadap Pancasila. Menurut dia, laporan Sukmawati ialah mempersoalkan tesisnya yang membahas mengenai Pancasila.

Rizieq mengaku, tesisnya yang berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Syari'at Islam di Indonesia", berisi kritikan terhadap usulan dari Sukarno. Namun dia membantah apabila disebut telah menghina Pancasila sebagai dasar negara.

2. Warga Kelapa Gading

Laporan lainnya juga datang dari Khoe Yanti Kusmiran, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia mengadukan Rizieq ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri pada Senin 16 Januari 2017.

Menurut Yanti, pernyataan Rizieq yang diduga menistakan agama itu telah diungggah ke situs media sosial YouTube. Pada video tersebut, Rizieq tampak tengah berbicara di depan massa dan membahas mengenai ucapan selamat Natal.

"Video (itu) pada 25 Desember, kan beliau ceramah di Pondok Kelapa. Dari situ itu pada menit ke-3 di YouTube itu, beliau menistakan agama. 'Kalau Tuhan Yesus itu lahir bidannya siapa?'" kata Yanti di Bareskrim Polri gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).

Ia mengatakan, pernyataan Rizieq tersebut sudah masuk dalam penistaan agama Kristen. Oleh karena itu, ia melaporkan hal itu ke Bareskrim Polri.

3. Studen Peace Institute

Laporan serupa pun juga dilakukan lembaga Student Peace Institute dan Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama (Rumah PELITA). Koordinator Rumah Pelita, Slamet Abidin menuding ucapan Rizieq dalam video yang beredar dapat memecah belah kerukunan antaragama di Indonesia.

"Ucapan itu sama saja untuk mengolok-olok agama lain, hal itu tak bisa dibenarkan," tegas dia usai membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Jumat 30 Desember 2016.

4. PMKRI

Sejumlah mahasiswa yang tergabung PMKRI melaporkan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya. Mereka melaporkan Rizieq dengan dugaan penistaan agama.

Tak hanya Rizieq, dalam laporan yang diterima dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus ini juga melaporkan Fauzi Ahmad selaku pengunggah penggalan video ceramah Rizieq di Instagram dan Saya Reya, pengunggah video di Twitter.

Ketua Umum PP PMKRI Angelius Wake Kako mengatakan, pelaporan dilakukan terkait isi ceramah Rizieq Shihab di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016 dianggap menistakan agama. Pernyataan itu pun dianggap melukai hati pemeluk agama tertentu.

"Beliau menyatakan bahwa kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut," ujar Angelius di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/12/2016).

Pria yang akrab disapa Angelo ini menyayangkan sikap Rizieq sebagai salah satu tokoh agama yang justru tidak menghargai toleransi di Indonesia. Padahal selama ini, Indonesia dikenal karena kerukunan dan keberagamannya.

5. Hansip

Lagi-lagi ucapan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dipermasalahkan. Ucapan Rizieq yang direkam dan disebarkan melalui situs berbagi video, YouTube, itu pun berujung pada pelaporan kepolisian.

Seorang warga bernama Eddy Soetono (62) melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan kebencian berbau SARA melalui media elektronik. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/193/I/2017/PMJ/ Dit.Reskrimsus tertanggal 12 Januari 2017.

"Iya benar, ada laporan itu. Laporannya udah hari Kamis malam kemarin," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Dalam laporan itu, ujar Argo, Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Argo mengungkapkan, pelapor mengaku melihat ceramah Rizieq melalui YouTube yang dianggap dapat memicu kebencian berbau SARA antar-warga. Ceramah itu menyinggung Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan yang disebut mendorong Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk melaporkan Rizieq terkait logo palu arit di uang baru.

"Dalam isi ceramah itu, terlapor menyebut 'Di Jakarta Kapolda mengancam akan mendorong Gubernur BI untuk melaporkan Habib Rizieq.. pangkat jenderal otak Hansip'," tutur dia.

6. Rumah Pelita

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya atas tudingan dugaan menyebarkan kebencian berbau SARA dan penodaan agama.

Rizieq tak sendiri. Akun Twitter @sayareya juga kembali dilaporkan dengan kasus yang sama.

Laporan yang dilayangkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita) itu diterima polisi dengan nomor LP/6422/XII/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 30 Desember 2016.

Dalam laporan tersebut, Rizieq dan Akun @sayareya dianggap melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami dari Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama melaporkan Habib Rizieq tentang penyebaran kebencian untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia serta memecah belah Islam," ujar Ketua Rumah Pelita Slamet Abidin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/12/2016).

Slamet menyayangkan isi ceramah Rizieq yang dianggap terlalu jauh masuk ke ranah keyakinan agama lain. Apalagi video penggalan isi ceramah itu kini telah tersebar luas melalui media sosial. Sebab, pernyataan Rizieq dinilai dapat memecah belah NKRI dan kerukunan antar-umat beragama.

"Ceramah soal menghina agama lain, ini salah satu mengolok-olok dan menistakan agama lain," tutur dia.

Tanggapan Rizieq

Menanggapi pelaporan tersebut, Rizieq Shihab menyebut laporan itu salah alamat. Pernyataan ini dilontarkannya dalam konferensi pers menjelang Tabligh Akbar Aksi Bela Islam dan Safari 212 di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/12/2016).

"Saya pikir tiap warga negara boleh-boleh saja melaporkan mana-mana saja yang dianggap melanggar hukum di negeri ini. Menurut saya, sebagai pribadi yang dilaporkan, saya nilai ini laporan salah alamat," kata dia.

Menurut Rizieq Shihab, yang menjadi pokok persoalan terkait laporan itu adalah dogma masing-masing agama. Sebab Islam memiliki doktrin ajaran Tuhan tidak beranak, sementara umat Kristen punya doktrin Trinitas.

"Biarlah umat Kristiani dengan Trinitasnya dan biarlah umat Islam dengan Qul huwallahu ahad-nya," ucap Rizieq.

Rizieq Shihab juga memilih untuk tidak melaporkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait pidatonya dalam acara HUT PDIP ke 44. Menurut dia, dengan pelaporan justru hanya memunculkan konflik yang berkepanjangan.

"Janganlah kita mencoba saling lapor, kalau saling lapor ini bisa mengantarkan kepada konflik horizontal," kata Rizieq di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 17 Januari 2017.

Menurut Rizieq, polisi seharusnya bisa menjadi penengah dari kasus ini. Sehingga, ada upaya mediasi. Bukan justru menggiring masyarakat membuat pelaporan.

"Bukan itu tugas kepolisian. Bahkan, kalau ada laporan polisi itu mencoba memediasi apalagi kalau masalahnya sensitif bisa menghantarkan konflik horizontal," ucap Rizieq. (Liputan6)
loading...
Loading...

Populer