Gus Nuril: Ada Donatur Asing Memecah Belah Indonesia, Di Mulai Dari Aksi Damai 411

Pagenews.co - Pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, KH Nuril Arifin alias Gus Nuril mengatakan, ada pihak yang berupaya memecah belah keutuhan NKRI.

Menurutnya, pihak tersebut mendapat sponsor alias dana dari negara asing, untuk mendesain Indonesia seperti negara Timur Tengah.

‎"Ini tidak bisa dibenarkan. Mulai penghinaan lambang negara, presiden, dan mulai merembet kepada bemper depan ulama-ulama NU," kata dia saat menghadiri acara Ngaji Kebangsaan di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1) malam.

Dia menilai, aksi memecah belah bangsa sudah dimulai dari Aksi Damai 411. ‎"Reaksi dari 411 itu menunjukkan indikator yang mengarah ke sana," tambahnya.

Menurutnya ada gerakan ideologi wahabi neo khawarij dengan tujuan meruntuhkan pemerintan yang sah. Hal ini, tegasnya, harus segara diantisipasi oleh Polri dan TNI. Jika tidak, maka Indonesia akan seperti negara Timur Tengah.

"Mereka mulai menampakkan gerakan-gerakan Neo Khawarij dari Timur Tengah dan dibiayai oleh beberapa negara. Ini tujuannya satu, untuk memecah belah bangsa Indonesia," tandas Gus Nuril, tanpa menyebutkan nama negara asing yang mendanai gerakan memecah belah Indonesia tersebut. (Jpnn)

Keras!..Gus Nuril: Tidak Mau Pancasila? Silakan ke Arab atau...

Pagenews.co - DPP PDI Perjuangan menggelar acara religius, Ngaji Kebangsaan, di markas mereka di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1) malam.

Acara ini masih dalam rangkaian hari jadi partai berlogo banteng moncong putih itu. Ngaji Kebangsaan ini dihadiri oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, sejumlah dan tokoh agama seperti KH Nuril Arifin alias Gus Nuril, Romo Benny Susetyo, serta anggota DPR Fraksi PKB Maman Imanulhaq.

Dalam sambutannya, Gus Nuril mengingatkan kembali bahwa Indonesia merupakan negara penganut Pancasila. "Teman sebangsa dan se-Tanah Air, saya diundang Mas Hasto untuk menjadi pembicara. Perlu ada penegasan bahwa negara meresmikan enam agama. Maka sesuai dasar Pancasila, negara harus hadir kepada semua agama," kata dia.

Gus Nuril pun meminta Polri dan TNI menjaga keutuhan NKRI dengan mengamputasi pihak yang tidak mengedepankan Pancasila. Sebab, pihak yang tidak sejalan dengan Pancasila, maka kelompok tersebut rentan memecah belah Indonesia.‎
"Dan jika tidak diantisipasi akan menghancurkan sendi pembangunan dan sendi kebangsaan yang sudah dikukuhkan oleh para pendiri negara ini. Ini bahaya sekali," jelasnya.‎

Pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal ini juga mengaku membawakan ceramah dengan meninjau kondisi negara saat ini. Dia menegaskan, Indonesia saat ini sangat rawan konflik antar-agama karena keberadaan satu kelompok.

‎"Sudah tidak bisa lagi menoleransi keadaan yang karut marut. Orang dikafirkan, dijelekkan dan dihancurkan martabatnya. Ini sama sekali tidak layak," tegasnya.

Terhadap semua pihak yang tidak menerima Pancasila, Gus Nuril menegaskan untuk angkat kaki dari Indonesia.

"Kalau tidak mau dengan Pancasila, kami persilakan kembali ke Arab atau kembali ke negara-negara lain. Silakan dirikan negara sendiri," tandasnya. (jpnn)

SBY Caper Lagi, Roy Suryo Minta Rakyat Indonesia Introspeksi Diri. Maksud Loe??

Pagenews.co - Ya Allah, Tuhan YME, ini kenapa mantan yang satu ini kok baperan melulu sih?? 😥😥

SBY cari perhatian terossss

Eling toh Pak, sudah tua dan kenyang jadi penguasa, baper-baperannya jangan diterusin lagi, bikin malu!

Saya tuh sebenernya gemes banget sama Pak Mantan yang satu ini, pengen tak jembil gitu loh pipinya yang chubby imut-imut itu.. 😬😬

Adaaaa saja kelakuannya yang seakan sengaja mencari perhatian kita, kalau tidak mencuit di twitternya ya beliau memanggil wartawan buat konferensi pers.

Tetapi yang lebih sering dilakukannya setelah lengser sebagai presiden adalah mencuit melalui twitternya, apa saja yang terjadi dan dilakukan Jokowi bisa dijadikannya sebagai bahan cuitan, bahkan hal yang remeh temeh sekalipun.

Jeleknya adalah seringkali Pak Mantan ini mencuitkan sesuatu yang pesimistis dan kadang memprovokasi, padahal sebagai seorang mantan presiden, seyogyanya Pak Mantan bisa menjadi negarawan bijak yang optimis, memberi semangat dan nasihat positif demi kemajuan bangsa dan negara.

Seperti yang dilakukan Eyang Habibie dan Pak Try Sutrisno kemarin di Istana Negara misalnya. Lahh.. Pak Mantan yang satu ini mah beda sendiri, jauh dari kata bijak, malah seringnya ngrecoki, mulutnya comel tanpa memberi solusi.

Ya Allah, Ya Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?

Begitu cuitan kecaperan Pak Mantan yang sudah kesekian kali itu.

Andai saya memiliki twitter, saya mau menjawab cuitannya:

Tunggu lebaran Kuda, Pak!

Ahh.. sayangnya saya bukan seorang pengguna twitter, sehingga tidak bisa langsung menanggapi cuitan nelangsanya Pak Mantan secara langsung.

Pak Mantan, saya mau nanya, memangnya siapa juru fitnah dan penyebar hoax yang berkuasa dan merajalela itu??

Kalau telunjuk Pak Mantan menunjuk kepada Pakde Jokowi dan pemerintahan saat ini, saya kira Anda buta dan tuli, Pak! Atau Anda memang kurang piknik?

Biar saya kasih tau ya Pak Mantan..

Pakde Jokowi itu mengcounter hoax tentang 10 juta TKA Tiongkok. Yang nyebarin hoax siapa?

Pakde Jokowi juga mengcounter hoax bangkitnya PKI. Yang nyebarin hoax siapa?

Pakde Jokowi juga mengcounter fitnah bahwa Ahok menista agama, dengan membiarkan Ahok dijadikan tersangka dan diproses pengadilan. Yang nyebarin fitnah siapa?

Seharusnya Pak Mantan memberi masukan kepada Pakde Jokowi cara jitu untuk mencari dalang dari penyebaran hoax dan fitnah tersebut, bukan malah caper dengan membawa-bawa nama Tuhan di twitter..

Pssttt… kira-kira Pak Mantan tau ndak ya siapa saja dalang-dalang penyebar hoax itu? Berani ndak ngasih tau ke Pakde Jokowi siapa orangnya? 😅😅

Trus ya Pak, saking seringnya tersebar hoax dan fitnah belakangan ini, khususnya yang banyak terjadi saat Putra Mahkota Pak Mantan resmi nyagub, Pakde Jokowi segera membuat tim kerja yang bertugas memberantas hoax dan fitnah, supaya rakyat Indonesia tidak lagi dijejelin berita gak bener terus..

Jadi kalau Pak Mantan menuduh Pakde Jokowi dan pemerintahan sekarang “juru hoax dan penyebar fitnah“, kami semua menertawakan Anda, Pak! Hahahahahhh

Mungkin Anda baru turun gunung atau keluar gua, makanya ndak tau apa saja yang sebenarnya terjadi.

Sindiran, kebaperan dan senioritas SBY kepada Jokowi

Selama ini, tak lama setelah lengser dari kursi kepresidenan, kadar kebaperan Pak Mantan makin melonjak tinggi, saya tidak tau apakah hormonnya berubah atau psikisnya yang sedikit terganggu dengan kelengserannya itu.

Yang pasti, Pak Mantan mulai terbiasa menyindir Pakde Jokowi dan pemerintahannya, apapun yang sedang mereka kerjakan, salah satunya:

Hingga saat ini, SBY & Pemerintahan SBY masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yang tengah berkuasa

Sindiran itu berawal dari pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution yang mengatakan bahwa “Pemerintahan yang lalu lambat mendorong industri pertambangan”, dan itu fakta.

Lalu ada lagi cuitan Pak Mantan yang jelas sekali tidak ingin disalahkan atas hilangnya berkas TPF kematian Munir.

Wong berkas hasil kerja TPF saja kok bisa hilang, tidak ditemukan di Istana maupun Setneg, jadi kemana? Siapa yang menyimpan? Apakah Tim TPF yang waktu itu bekerja belum memberikan laporan hasil kerjanya? Atau Pak Yusril Ihza Mahendra yang saat itu menjabat sebagai Setneg belum menerima berkasnya, atau Pak Mantan yang lupa naroh entah dimana?

Ini sungguh lucu!

Ada lagi kebaperan dan sindiran yang dilakukan Pak Mantan kepada Pakde Jokowi saat beliau melakukan “Tour de Java” beberapa waktu yang lalu.

Kalau melihat cuitannya Pak Mantan waktu itu, beliau seperti orang yang ribet sendiri. Tidak ada yang mempermasalahkan kegiatan beliau, mau keliling Indonesia sekalipun, tetapi beliau baper banget, apalagi setelah Pakde Jokowi berkunjung ke Hambalang, proyek mangkrak warisan Pak Mantan yang kini jadi sarang hantu.

Sejumlah pihak tak senang dgn “SBY Tour de Java”, bahkan katanya safari tsb dihancurkan Presiden Jokowi yg datang ke Hambalang.

Jika ada yg bilang Pak Jokowi hancurkan Tour de Java SBY, saya tak percaya. Mengapa saya bertemu kader & rakyat mau dihancurkan?

Aspirasi rakyat (yang muncul dlm Tour de Java SBY) bukan utk dihancurkan, justru harus didengar. Bukankah pemimpin mesti mendengar?

Itulah tujuan, kegiatan & hasil SBY Tour de Java. Kenapa harus kebakaran jenggot? Lagi pula tak ada hukum yg dilanggar.

pak Jokowi, teruslah emban amanah & bekerja hingga tahun 2019. Jangan mau kita diprovokasi & diadu domba. Semoga sukses.

Pertanyaannya Pak, siapa yang bilang kedatangan Pakde Jokowi ke Hambalang buat menghancurkan safari Bapak?

Siapa juga yang kebakaran jenggot karna safari Pak Mantan itu?

Lalu siapa pula yang mencoba memprovokasi dan mengadu domba kalian? Seharusnya Pak Mantan tidak mencuit sesuatu yang ambigu begitu, Pak Mantan seolah menuduh seseorang tetapi tidak lantang menyebut namanya.

Bila memang kebenaran dari berita yang Pak Mantan dengar belum jelas, atau Pak Mantan kepo banget pengen tau apa saja yang sedang dikerjakan Jokowi dan pemerintahannya alangkah eloknya bila Pak Mantan mengutus Roy Suryo ke Istana untuk meminta audiensi dengan Pak Jokowi.

Tidak salah kok seorang Mantan Presiden yang (merasa) lebih senior meminta audiensi, melakukan dengar pendapat dengan Presiden (Junior).

Saya jamin tidak ada seorangpun rakyat Indonesia memandang Anda rendah atau tidak menghormati Anda lagi hanya karna Anda berinisiatif meminta bertemu dengan Presiden (Junior) yang sedang menjabat saat ini.

Lihat saja Eyang Habibie dan Pak Try Sutrisno, kami malah menaruh hormat tertinggi pada mereka. Why not? Memangnya apa yang salah??

Dicuekin blasss sama Pakde Jokowi

Dengan semua kebaperan dan kecaperan Pak Mantan itu, seharusnya Pakde Jokowi juga paham bahwa Pak Mantan itu mau diundang, didengar pendapatnya, kalau bisa dipuji dikitt.. ehemm..hihi..

Apalagi kader partai Demokrat sudah sering memberi kode, tetapi kok ya Pakde Jokowi ndableg gitu loh.. gak ngerti-ngerti kode yang dikirimkan, apa mesti tak ajarin baca kode, Pakde? Hehehee

Ini malah gak didengar, gak dianggep, dicuekin blasss… #akurapopo #sakitnyatuhdimana-mana

Lalu apa pula komentar Roy Suryo yang kira-kira begini;

Semua cuitan Pak SBY sudah melalui pertimbangan yang matang, sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi. Seharusnya rakyat Indonesia introspeksi diri

Lahhh… siapa yang baper, siapa pula yang disuruh introspeksi diri… ki gendheng tah opo?

Ternyata yang namanya mantan itu memang lucu-lucu yaa pemirsa, kalau Pak Mantan Presiden baper gak abis-abis, yang ini si mantan pakar malah gak nyambung blass..

Kalau mantan-mantanmu, gimana? #Eeaaaa..

Happy Satnite Seworders…😍(Seword)

Pesan Natal SBY: Partai Demokrat Siap Jadi Contoh Kebhinekaan

Pagenews.co - Partai Demokrat menegaskan siap sebagai contoh dan pelopor keberagaman. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan DNA dan darah Partai Demokrat adalah keberagaman.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan perayaan Natal Nusantara Partai Demokrat tahun 2016 di Assembly Hall, Jakata Convention Centre, Jakarta, Sabtu (21/1/2017).

"Itulah jati diri Partai Demokrat. Itulah darah partai demokrat. Oleh karena itulah saya yakin menghadapi sebutlah tantangan atas keberagaman sekarang ini Insya Allah Partai Demokrat akan beri contoh dan menjadi contoh atas keberagaman itu," kata SBY.

SBY pun tidak segan memuji pelaksanaan Natal Nusantara Partai Demokrat. SBY menilai kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan penganut Kristen Protestan dan Kristen Katolik namun juga penganut agama lainnya.

Pada kesempatan tersebut, SBY kembali menegaskan partai yang dipimpinnya itu bukanlah partai kiri atau kanan, namun partai nasionalis relijius.

Bekas Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu juga mengatakan Indonesia bukanlah negara agama namun negara berketuhanan.

Untuk itu, SBY mengingatkan negara tidak boleh memisahkan warga negara karena identitasnya yang beraneka ragam.

"Negara wajib menyayangi agama di tanah airnya sendiri, negara wajib menyayangi semua umat beragama yang ada di negara ini," pesan Preaiden RI 2004-2014 itu.

SBY hari ini menggelar perayaan Natal Nusantara Partai Demokrat 2016 di JCC. Natal tersebut mengambil tema 'Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juru Selamat, Yaitu Kristus, di Kota Daud'.

Ribuan tamu dan undangan memenuhi Assembly Hall dan perayaan berlangsung meriah. (Tribunnews)

Iwan Fals Khawatir, Ada Bendera Merah Putih Bergambar Dirinya

Pagenews.co - Heboh soal bendera merah putih yang ditulisi huruf Arab dan gambar pedang sampai juga ke penyanyi legendaris Iwan Fals. Bahkan Iwan Fals tampak khawatir.

Bukan bendera bertuliskan huruf Arab yang dikhawatirkan Iwan Fals namun bendera merah putih yang terpampang wajahnya.

Di twitter-nya, Iwan Fals menuliskan kekhawatirannya itu beberapa jam lalu. "waduh soal bendera yg gak boleh "di-apa2in" sy jadi kepikiran terus nih, gimana ya".

Dia pun melanjutkan cuitnya di twitter. "soal bendera, awak ini apalah, tak mengerti hukom, jgn diperiksalah pak, diselesaikan secara kekeluargaan saja ya pak." "y udahlah pasrah aja, hukum kok dilanggar."

Kemudian pada cuitan berikutnya Iwan Fals guyon. "banyak yg bilang dibendera itu ada tulisan arabnya, jadi dilarang, wah pdhl sy ada turunan arabnya lho, wah berabe nih."

Dan kemudian Iwan Fals melampirkan aturan itu. "oh aturannya baru tahun 2009 to, itu Oi thn 1999 kayaknya, 10 thn sebelum 2009".

Kapolri Usut

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tampak geram dan langsung menginstruksikan anggota Polri untuk menyelidiki kasus dugaan penghinaan bendera merah putih yang terjadi saat aksi demo massa Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2016) lalu.

Diketahui, di tengah-tengah kerumunan massa ada berkibar bendera merah putih yang telah dicoret dengan tulisan Arab dan gambar silang pedang berwarna hitam.

Saat ini, polisi tengah mencari siapa yang membuat dan membawa bendera tersebut. "Sekarang kita melakukan penyelidikan. Siapa yang membuat, siapa yang mengusung. Penanggung jawab, korlapnya akan kita panggil," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

Coretan yang disengaja pada bendera merah putih tersebut, kata dia, merupakan suatu pelanggaran. Pelaku pun dapat diancam dengan hukuman kurungan selama satu tahun penjara.

"Bendera merah putih tidak boleh diperlakukan tidak baik, di antaranya membuat tulisan di bendera dan lain-lain. Itu ada undang-undangnya, hukumannya satu tahun," tutur dia. (Tribunnews)

Mantan Kader Demokrat Malu SBY Masih Suka Mengeluh, Ini Selengkapnya..

Pagenews.co - Mantan kader Partai Demokrat, Tridianto, menanggapi cuitan Susilo Bambang Yudhoyono di Twitter Jumat kemarin. SBY, dalam cuitannya itu, melihat kondisi negara yang saat ini semakin tak baik.

"Agak lucu Twitter-nya Pak SBY. Mantan Presiden kok masih suka mengeluh," kata Tridianto saat berbincang dengan VIVA.co.id, Sabtu 21 Januari 2017.

Tridianto heran dengan tingkah pria yang menjadi presiden dari 2004 sampai 2014 itu. Menurutnya, SBY seharusnya bisa lebih bersikap layaknya seorang negarawan. "Apa maksudnya Pak SBY mengeluhkan "negara kok jadi begini?" Seperti bukan mantan presiden yang berkuasa 10 tahun saja," kata dia.

Apalagi, lanjut Tri, SBY menyinggung soal juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Dia khawatir ucapan SBY itu justru menuduh pemerintah yang sedang berkuasa adalah juru fitnah dan penyebar hoax. "Ini perlu dijelaskan oleh Pak SBY. Kan sekarang yang sedang berkuasa adalah Pak Jokowi. Kenapa dibilang bahwa juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa? Biar tak jadi fitnah dan sumber konflik baru," ujarnya.

Orang dekat Anas Urbaningrum itu juga menyoroti upaya SBY yang berusaha mencitrakan diri sebagai pihak yang lemah dan dizalimi. Juga seolah-olah berposisi sebagai rakyat. "Ini gaya lama yang sudah usang. Rakyat sudah hapal permainan Pak SBY, seolah-olah sebagai yang terzalimi," kata Tri yang pernah memimpin Demokrat Cilacap itu.

Sebaliknya, tambah Tri, justru SBY harus mengingat siapa saja yang dizalimi ketika sedang berkuasa 10 tahun. Dia menegaskan bahwa itu adalah sejarah hitam yang tidak bisa dilupakan. "Sebagai mantan kadernya Pak SBY, saya makin heran dan malu. Kok mantan Presiden begitu," tutur Tridianto.

Sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyuarakan kegelisahan hatinya lewat akun Twitter-nya, @SBYudhoyono. Kali ini, SBY melihat kondisi negara dalam kondisi yang semakin tidak baik. "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?" tulis SBY. (Viva)

SBY Hadiri Perayaan Natal Partai Demokrat

Pagenews.co - Partai Demokrat menggelar acara puncak perayaan Natal Nusantara Sabtu malam, 21 Januari 2017 di Assembly Hall Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Acara ini turut dihadiri Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden RI ke-6 itu tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB. SBY tiba didampingi Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Aliya Rajasa, Agus Harimurti Yudhoyono dan Anissa Pohan.

"Saya pangling," begitu ucapan pertama SBY saat melihat penerima tamu. Kemudian SBY pun menyalami para penyambutnya sambil mengucapkan 'Selamat Natal' dan masuk ke dalam Assembly Hall. Sebelum ke arena acara, SBY sempat masuk ke ruang VIP tanpa menemui wartawan.

Dalam acara puncak Natal ini, penyelenggara mengambil persoalan keberagamaan. Sehingga tema yang diangkat ‘Dengan Semangat Natal Partai Demokrat Peduli dan Beri Solusi’ sebagai bentuk kepedulian Partai Demokrat terhadap bangsa. (Viva)

Bikin Merinding!!..Sosok Perempuan Misterius di Lokasi Kebakaran Pasar Senen

Pagenews.co - Petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta sempat mengalami kesulitan, ketika tengah memadamkan api yang membakar lebih dari 1.000 kios di blok I dan II di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Di antaranya adalah pekatnya asap, sempitnya lorong dan ada beberapa kios yang masih terkunci. Alhasil, proses pemadaman api yang muncul sejak Kamis dinihari, masih terus dilakukan hingga keesokan harinya.

Selain itu, mereka mengalami beberapa kejadian yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Salah seorang petugas Damkar bernama Timur (28) bercerita, temannya yang bernama Dadang sempat diganggu oleh sosok perempuan.

Kata Timur, Dadang mengaku melihat perempuan itu ada di sekitar lantai 2 blok II. "Teman saya cerita mas, semalam dia seperti lihat sosok wanita," ujar Timur saat ditemui di lokasi kebakaran Pasar Senen, Jumat 20 Januari 2017.

Bahkan, kata Timur, Dadang mengaku sempat diganggu sosok tersebut. Ia mendapatkan lambaian tangan hingga sentuhan jahil.

"Bahkan, terus lambaikan tangan ke dia (Dadang). Terus ada yang colek-colek dia juga dari belakang," kata Timur.

Meski begitu, Timur mengaku hal itu tak membuat nyalinya ciut. Ia pun tetap menggantikan shift Dadang, dan meneruskan kewajibannya sebagai pemadam kebakaran.

Ditemui terpisah, salah seorang pedagang minuman yang telah 20 tahun berjualan di depan blok II Pasar Senen, Nawisa (58), membenarkan cerita Timur tersebut.

Perempuan paruh baya itu mengaku, ada sosok wanita yang kerap menampakkan diri di lantai 2 blok II Pasar Senen.

Ia juga beberapa kali sempat dijahili sosok wanita misterius tersebut. Kata dia, barang dagangannya, pernah tiba-tiba berantakan tanpa sebab.

"Sering di situ (lantai 2 blok II), dekat pohon (tidak jauh dari tempatnya jualan) dan dekat tempat saya jualan ini. Saya enggak percaya awalnya. Saya kan jualan sering sampai malam, suka ketiduran. Orang-orang bilang, suka ada cewek yang nemenin,” tutur Nawisa. (Viva)

Kubu Agus-Sylvi seret Jokowi-Ahok dalam kasus korupsi dana Pramuka

Pagenews.co - Tim sukses pasangan calon gubernur nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, menyeret nama Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan korupsi dana hibah yang diberikan Pemprov DKI ke Kwarda Pramuka DKI.

"Kebijakan itu kan merupakan kebijakan gubernur lalu, Pak Jokowi yang tandatangan dan ada Pak Ahok sebagai wakilnya," ujar Didi Irawadi Syamsudin sebagai salah satu Timses Agus-Sylvi pada diskusi akhir pekan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.

Sylvi kemarin diperiksa sebagai saksi untuk laporan informasi nomor: LI/46/XI/2016/Tipidkor tanggal 24 November 2016 tentang dugaan korupsi dana bantuan ke Kwarda Pramuka DKI senilai Rp 6,8 miliar.

Usai diperiksa Sylvi menjelaskan, dalam SK yang diteken Jokowi tersebut, tertulis biaya operasional pengurus Kwarda Pramuka DKI dibebankan pada APBD melalui dana hibah.

Didi menyebutkan, tim pemenangan menanggapi santai terbelitnya Sylvi di kasus dana hibah Pramuka. Seluruh tim dan partai pendukung pun, kata dia, tidak khawatir elektabilitas jagoannya tergerus hanya dengan kasus tersebut.

"Karena kemarin itu kan klarifiksi sebenarnya, makanya kita menyambut baik panggilan Kepolisian," ungkap Didi. (Rimanews)

Mantan Politikus Partai Demokrat : Saya Makin Heran dan Malu, Mantan Presiden kok Begitu

Pagenews.co - Cuitan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang seakan menyidir Presiden Joko Widodo (Jokowi) disesalkan banyak pihak.

Salah satunya oleh mantan politikus Partai Demokrat Tri Dianto. Ia menilai ocehan SBY itu tidak mencerminkan sikap seorang negarawan.

Menurut dia, lewat cuitan itu, SBY berusaha mencitrakan sebagai pihak yang lemah dan dizalimi.

Kemudian seolah-olah berpihak kepada rakyat merupakan strategi lama SBY. Kata Tri, rakyat sudah cukup paham dengan permainan SBY.

"Sebagai mantan kadernya Pak SBY, saya makin heran dan malu. Kok mantan Presiden begitu," sesal Tri, Sabtu (21/1).

Karenanya, pernyataan SBY lewat akun Twitter itu perlu diberikan penjelasan, sehingga tidak menimbulkan polemik.

"Kan sekarang yang sedang berkuasa adalah Pak Jokowi. Kenapa dibilang bahwa juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa? Biar tidak jadi fitnah dan sumber konflik baru," kata Tri. (Jpnn)
loading...
Loading...

Populer