Kumpulan Momen Kocak Dan Tak Terlupakan Di Pilkada DKI Jakarta

Pagenews.co - Pilkada DKI baru saja berakhir, dan pemenang sementara ada adalah pasangan Ahok-Djarot yang hanya beda tipis dengan perolehan suara Anies-Sandi. Agus-Sylvi otomatis sudah tersingkir. Tapi di balik ini semua, ada beberapa momen-momen yang tak terlupakan yang saya rangkum sekaligus dalam ulasan kali ini. Tanpa basa-basi yang bikin nasi jadi basi, langsung saya kita ke TKP.

Pertama, Ahok-Djarot berhasil mencetak rekor langka karena berhasil menang di TPS 32 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menangnya pun tidak tanggung-tanggung mencapai 100% mutlak. Ahok-Djarot memborong semua 449 suara (3 suara tidak sah) sehingga bahkan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi tidak mendapat sisa sekali pun. Kedua paslon ini benar-benar pulang dengan tangan kosong. Sejauh pengetahuan saya, tidak ada kasus yang seperti ini sebelumnya. Memang Ahok-Djarot diperkirakan menang, tapi tidak ada yang menyangka mereka akan sapu bersih hingga kinclong. Benar-benar sebuah prestasi yang luar biasa padahal di TPS dekat kediaman Ahok, dia hanya memperoleh kemenangan telak setelah meraup 381 suara dari total 388 suara, tidak sapu bersih.

Kedua, ini cukup lucu. TPS 17 Petamburan terletak dekat dengan lokasi FPI, bisa dibilang lokasi ini adalah sarangnya FPI. Di TPS ini pula Rizieq Shihab mencoblos. Tapi anehnya Ahok malah menang di TPS ini. Sakitnya tuh di sini, bagi yang tidak suka dengan Ahok, terutama mereka yang berafiliasi dengan FPI. Kemenangan Ahok tidak langsung diakui karena pihak KPPS dan saksi yakin total suara tidak sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Tidak tanggung-tanggung, penghitungan diulang sebanyak lima kali, tapi hasilnya tetap sama di mana Ahok dapat 279 suara, disusul Anies-Sandi dapat 212 suara dan Agus-Sylvi 38 suara.

Bayangkan saja, sudah hitung ulang sampai ngos-ngosan dengan harapan, secara ajaib, Ahok kalah ternyata fakta adalah fakta. FPI adalah yang paling lantang menyuarakan penolakan terhadap sosok Ahok. Anti pemimpin kafir, anti pemimpin muslim, anti penista agama lagi. Saya bisa membayangkan betapa kesalnya mereka yang sedari dulu anti terhadap Ahok yang malah menang dikandang mereka. Rasanya malu seperti ditelanjangi. FPI dengan lantang menyuarakan isu agama, nyatanya hasilnya tidak sesuai karena banyak yang memilih Ahok. Sori ya, FPI harusnya lapang dada menerima ini seperti Agus yang lapang dada menerima kekalahan. Bahkan Rizieq langsung pergi ke Bogor usai mencoblos tanpa ikut memantau. Sepertinya Rizieq suah merasa Ahok akan menang, sehingga memilih pergi saja daripada sakit hati menyaksikan langsung.

Ketiga, ini yang lebih lucu. Entah benar atau tidak, saya dapat info ini dari media sosial, tapi anggap saja benar. Ini sebenarnya terjadi di Yogyakarta di mana pada saat yang bersamaan dengan Pilkada DKI, Yogyakarta juga ada pemilihan calon walikota dan wakil walikota. Hanya ada dua pasangan yang bertarung yaitu, Haryadi Suyuti-Heroe Purwadi dan Imam Priyono-Achmad Fadli.

Ada kejadian lucu pun terjadi ketika seorang bapak setengah tua memasuk bilik untuk mencoblos. Tidak lama kemudian dia lalu keluar dan bertanya, “Kok nggak ada foto Ahok?” Lantas banyak orang tertawa dan panitia menjawab itu Ahok adanya di Jakarta. Hahahahahaha. Ahok rupanya sangat terkenal, dan sepertinya siap untuk jadi titik-titik deh. Kenapa harus Ahok? Kenapa bapak itu tidak bertanya, “Kok nggak ada foto Anies atau Agus?” Tanya kenapa. Bapak yang tidak diketahui namanya ini diam-diam nge-fans berat dengan Ahok rupanya.

Keempat, ini juga tidak kalah kocak, terkait dengan Ahmad Dhani. Dhani yang masih berstatus warga Jakarta, ikut menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos di TPS 24 Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Usai mencoblos, Dhani mengupload foto pencoblosannya di Instagram. Di caption foto tersebut, Dhani menyebut di surat suaranya tidak tercantum nomor urut dua, tapi hanya tampak nomor urut satu dan tiga saja. Di foto tersebut Dhani sengaja menutupi wajah Ahok-Djarot dengan tangannya. “Pilkada DKI tidak ada 2 nya… pilih No 1 atau No 3..,” tulisnya.

Dan sepertinya biasa, postingan Dhani menjadi bulan-bulanan netizen. Sungguh arogan saya rasa. Tapi kenyataannya Ahmad Dhani kalah dalam pemilihan Bupati Bekasi karena kalah dari pasangan incumbent Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja. Timses Dhani pun sudah mengakui kekalahan dan memberikan selamat kepada pemenang. Nah, itulah akibatnya kalau terlalu fokus pada Ahok tanpa fokus pada kampanye diri sendiri. Sekarang Ahmad Dhani sudah kalah. Karirnya bagaimana nanti pun saya tidak bisa pikir lagi. Masa depan Dhani di politik jadi tidak jelas. Bahkan seolah tidak puas, seorang netizen meledek Dhani supaya mencalonkan diri menjadi lurah saja. Alamak, pedas sekali komentarnya.

Begitulah momen kocak yang berhasil saya kumpulkan hingga detik ini. Semoga terhibur. Bagaimana menurut Anda? (Seword)



Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)
loading...

Populer