Rizieq Shihab Tidak Bisa Ditahan, Begini Penjelasan Hukumnya

Pagenews.co - Pimpinan FPI, Rizieq Shihab, sudah dipastikan tidak akan memenuhi panggilan yang telah dilayangkan oleh Polda Jawa Barat , yang hari ini rencananya akan memeriksa Rizieq sebagai tersangka kasus penodaan lambang negara dan pencemaran nama baik orang yang sudah meninggal, Soekarno. Dan hari ini adalah pemanggilan kedua Rizieq, setelah sebelumnya pada panggilan pertama, pada Senin, 6 Februari 2017, Rizieq juga tidak memenuhi panggilan tersebut.

Namun saat ini satu-satunya upaya hukum yang bisa dilakukan oleh Polda Jawa Barat dalam waktu dekat hanya membawa Rizieq Shihab dengan surat membawa paksa, dan setelah dibawa secara paksa sekalipun, Rizieq tidak bisa ditahan sekalipun itu dianggap tidak kooperatif dan tidak menghormati proses hukum, karena yang bisa dilakukan saat ini hanya membawa paksa Rizieq tanpa melakukan penahanan.

Rizieq tidak bisa ditahan dengan dalil hukum atau alasan apapun, termasuk dengan menggunakan dalil hukum dalam Pasal 21 ayat 1 KUHAP, alasan itu juga tidak bisa digunakan sebagai dalil menahan Rizieq dikarenakan pasal yang disangkakan Rizieq tidak memberikan kewenangan kepada penyidik Polda Jawa Barat untuk menahan Rizieq.

Dan agar argumen hukum mengapa Rizieq tidak bisa ditahan, semakin kuat , untuk saat ini baik di tingkat penyidikian dan tingkat penuntutan nanti tetap tidak bisa ditahan, argumen hukumnya adalah Pasal 3 KUHAP ‘’Peradilan dilakukan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini’’.

Pasal 3 KUHAP jelas intepretasi secara gramatikal bahwa segala tindakan hukum dilakukan harus sesuai prosedur KUHAP, dalam hal ini tidak kooperatifnya Rizieq , penyidik harus tetap berjalan sesuai dengan prosedur KUHAP soal penahanan, yakni Rizieq memang tidak bisa ditahan, dikarenakan ancaman pidana yang disangkakan Rizieq hanya pidana empat tahun pidana penjara.

Dan alasan utama mengapa Polda Jawa Barat tidak akan menahan Rizieq, (karena memang tidak bisa menahan Rizieq), sekalipun sudah dibawa paksa melalui surat membawa paksa, tetap tidak bisa ditahan dikarenakan syarat objektif untuk dilakukannya penahanan terhadap Rizieq tidak terpenuhi, dikarenakan pasal yang disangkakan kepada Rizieq memuat ancaman pidana empat tahun pidana penjara bukan lima tahun pidana penjara dan atau di atas lima tahun pidana penjara, yang memang bisa ditahan dengan dasar hukum Pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP.

Jadi kapan Rizieq baru bisa ditahan? Rizieq baru bisa ditahan apabila perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewisdj. Jika dikatakan bahwa Pasal 20 ayat 1 KUHAP memberikan kewenangan kepada penyidik agar bisa menahan Rizieq, pasal tersebut tidak mengikat penyidik, dan jika diterapkan untuk menahan Rizieq, maka jelas akan bertentangan dengan Pasal Pasal 21 ayat 4 huruf c KUHAP. Antara pasal 20 ayat 1 KUHAP dengan Pasal 21 ayat 4 huruf c KUHAP, satu sama lain, tidak boleh saling bertentangan.

Memang benar penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup terkait tindak pidana yang disangkakan kepada Rizieq, akan tetapi sekalipun telah memiliki bukti permulaan cukup, yang bisa dilakukan saat ini hanya membawa paksa , tidak bisa melakukan penahanan.

Karena jika penahanan dilakukan jelas akan melanggar prosedur dalam KUHAP, khususnya Pasal 21 ayat 4 huruf c KUHAP, dan itu akan menimbulkan celah hukum baru bagi Rizieq bersama kuasa hukumnya untuk melakukan praperadilan dikarenakan penahanan yang dilakukan dianggap tidak sah karena berte melanggar prosedur dalam KUHAP. Dan Rizieq setelah lewat pukul: 00:01 dini hari nanti, harus segera dibawa paksa, agar bisa diperiksa sebagai tersangka guna mempercepat pelimpahan kasus ini ke tahap penuntutan. (Seword)




Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)
loading...

Populer