Sangat Berbahaya Membuka Borok-Borok SBY, Antasari Wajib Berhati-Hati

Pagenews.co - Pasti nanti, aparat penegak hukum. Kalau dilaporkan secara resmi kan ada respons dari penegak hukum. Nanti dengan dalil yang ada, peraturan yang ada, hukum yang ada, akan melaksanakan sesuatu dengan tepat

Begitu jawaban Menko Polhukam Wiranto saat menanggapi keterangan Antasari Azhar yang menyebut nama SBY dalam kasus yang pernah menimpanya.

Antasari merasa dirinya telah dikriminalisasi, dikorbankan. Dan dugaannya adalah SBY si mantan presiden sekaligus mantan atasannya dulu yang menginstruksikan kriminalisasi itu.

Pasalnya? Ada beberapa!

Selain karna KPK dibawah kepemimpinan Antasari menangkap Aulia Pohan, besannya SBY karna kasus korupsi dana yayasan BI.
Juga disinyalir karna saat itu Antasari akan melakukan penyelidikan pada kasus IT KPU yang menyeret nama Ibas, anak bungsu SBY.
Jelas kasus Aulia Pohan si besan SBY yang ditahan KPK menjadi salah satu indikasi kriminalisasi yang menimpa Ketua KPK pada masa itu, Antasari Azhar. Presiden mana yang tidak malu bila besannya dipenjarakan.

Karna Aulia Pohan pula lah SBY mengutus Harry Tanoe untuk menemui Antasari agar tidak menahan besannya, disana pula lah keluar “ancaman” agar Antasari berhati-hati.

Pertanyaan pun dilontarkan untuk Pak Mantan,

Untuk apa Anda menyuruh Hary Tanoe datang kerumah saya malam-malam? Apakah bisa dikatakan bahwa SBY tidak intervensi perkara? Ini bukti. Untuk tidak menahan Aulia Pohan.

Untuk apa, Pak SBY?

Selain itu ada indikasi lain yang membuat SBY murka pada Antasari, yakni dugaan keterlibatan Ibas dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat IT KPU pada Pileg 2009 yang lalu.

Saat itu KPU sengaja membeli perangkat IT dengan sistem baru seharga ratusan miliar rupiah dalam rangka menyambut gelaran pileg, apa nyana di hari H pileg dilaksanakan, seluruh sistem IT yang baru tersebut malah di grounded atau tidak bisa digunakan, alasannya rusak. Tentu saja hal ini sangat mencurigakan.

Dan menurut Antasari, sosok yang mengadakan alat tersebut adalah Ibas. Maka masuk akal bila SBY meradang, tentu saja ia tidak mau anaknya terseret kasus apapun.

Nah, barulah kemudian saya tahu bahwa yang mengadakan alat ini adalah salah satu putra SBY. Ibas.

Ngeri ah mainannya..

Sementara itu, SBY menuding pemberian grasi yang diberikan Presiden Jokowi kepada Antasari bermuatan politis, sebagaimana yang dicuitkannya;

Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY)

Seperti kita ketahui di zamannya Pak SBY, Antasari seolah stuck tidak bisa meminta keringanan apapun lagi, karna dari semua upaya hukum yang ada sudah beliau ajukan dan semuanya ditolak, termasuk upaya Peninjauan Kembali atas kasus yang membelitnya.

Pemerintah melalui juru bicara kepresidenan Johan Budi mengklarifikasi tudingan SBY tersebut,

Pemberian grasi itu sudah melalui proses dan prosedur yang sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Tetapi karna pemberian grasi itu pula lah yang membuat SBY kocar-kacir kayak cacing kepanasan, dia bahkan menuding penguasa berdusta,

Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahh

Entah apa maksudnya dengan cuitan itu, sebentar dia bilang penguasa penyebar fitnah dan hoax, sebentar kemudian dia menyebut Presiden Jokowi sebagai sahabatnya, tidak lama kemudian dia menyebut penguasa berdusta.

Sungguh, otak saya gak nyampe dengan alam pikiran Pak Mantan yang super canggih itu..

Sementara itu, menanggapi pernyataan Antasari Azhar, Ibas pun ketularan bapaknya, mulai mencuitkan kata-kata mutiara,

Kampungan, sangat tidak berkelas fitnah keji Antasari kepada @SBYudhoyono. Busuk! Sangat terbaca segala motif penzoliman ini #AAGateFitnah

Begitu cuitan Ibas kemarin.

Sementara itu Antasari Azhar seolah sudah pasrah, beliau hanya ingin keadilan dan mengetahui yang sebenarnya, apa salahnya dan mengapa beliau dikriminalisasi?

Kalau saya tidak bicara ini, kalau saya mati, Anda (wartawan) dalam misteri kan?

Begitu katanya kemarin saat konpers didepan wartawan. Beliau telah berfikir panjang sebelum membongkar hal ini pada publik. Beliau pun sampai rela menanggung resikonya.

Ngeri banget, Pak.. saya harap Pak Antasari dan keluarga hati-hati, bagaimana pun juga si mantan seseorang dengan koneksi dan uang yang cukup banyak. Buktinya Hary Tanoe saja disinyalir sebagai kroninya..

Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, SBY melalui Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi langsung melaporkan Antasari Azhar ke polisi dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik.

Tanda terima laporan sudah kami terima. Selanjutnya, jam sembilan pagi kurang lebih besok akan ada gelar perkara sehubungan laporan kami

Ekspresss, langsung dilaporkan, hehe..

Selama ini Presiden Jokowi diam saja tidak pernah menanggapi serius celotehan SBY, bahkan Presiden Jokowi lebih asyik bekerja meninjau pembangunan di seluruh Indonesia daripada baper bareng SBY, tentu saja hal itu jelas menunjukkan tingkat kedewasaan antara Presiden Jokowi dengan SBY.

Tetapi dalam hal ini saya rasa sangat bagus ketika pihak Istana melalui jubirnya, Johan Budi mengkick balik kicauan SBY dengan telak langsung didepan congornya si Roy Suryo seperti ini;

Kalau tidak mau difitnah, jangan menuduh seolah-olah grasi itu politis. Kalau menuduh Presiden Jokowi dibalik semua ini, ini juga fitnah yang keji, pembunuhan karakter yang dilakukan Pak SBY

Tuhhh… dengar?? Jangan suka nabok kalo gak mau ditabok balik! Jangan suka menuduh kalau gak mau dituduh balik! Jangan suka pinjem tangan orang buat nyubit yang lain! Ngerti ora, Son?

Satu lagi Pak.. untuk pihak terkait, mohon Pak Antasari dan keluarga diberi penjagaan, mungkin bisa dimasukkan ke dalam daftar Perlindungan Saksi dan Korban, karna besarnya resiko dalam menghadapi gurita yang sedang merasa terancam ini. (Seword)



Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)
loading...

Populer