Saya Merinding, Hatiku Inginkan Ahok

Pagenews.co - Semalam merupakan debat final pilkada cagub dan cawagub DKI Jakarta 2017. Seperti yang sudah diutarakan oleh pengamat politik dan ahli yang diudang, debat semalam memang tidak seheboh sebelum-sebelumnya. Tidak ada aksi Ahok yang menari-nari, tidak ada aksi Ahok yang jadi wasit dan tidak ada Sylvi yang lupa bertanya. Hehehe

Saya melihat debat semalam paslon 1 lebih lancar dalam menjawab, namun juga lebih ngapung dan lebih tidak jelas. Untuk paslon 3 lebih mantap dalam beretrorika dan tidak banyak menggunakan data salah seperti sebelumya. Seangkan untuk paslon 2, sejak Ahok menjawab pertanyaan dari sesi pertama hingga closing statement tak henti-hentinya tangan dan leherku merinding. Kisah, bukti dan data-data yang disebutkan oleh Ahok sangat nyata, terasa dan mengendap sangat dalam di lubuk hati.

Sekiranya saya tidak berlebihan dalam memuji Ahok, namun memang begitulah adanya apa yang saya rasakan terhadap Ahok. Saya bukan penduduk Jakarta, bahkan saya hanya pernah menginap di Jakarta selama 3 hari saja. Tinggal jauh dan sebentar menginjakkan kaki di Jakarta tidak membuat saya buta tentang perkembangan di Jakarta, Ibukota Indonesiaku tercinta.

Saking mempesonya Ahok untuk saya, saya sampai merinding ketika melihat debat semalam. Pada debat semalam, sangat terlihat paslon 1 dan 3 memojokkan Ahok dengan data abal-abal mereka. Ahok-Djarot malah santai dan senyam-senyum sambil sesekali melirik ke meja tempatnya duduk. Saya tambah merinding saat satu demi satu tuduhan-tuduhan yang diberikan kepadanya mulai disanggah dengan bukti data dan argumen kuat sekuat hati ini menginginkan Ahok untuk memimpin Jakarta (lagi). Dalam hati saya bertanya, ini kenapa kok tidak paslon 1 nyerang paslon 3 dan sebaliknya? Lagi-lagi saya ingat bahwa memang Ahok yang paling kuat, yang kuatlah yang diuji. Begitulah kira-kira.

Rasanya saya ingin meneteskan air mata ketika Ahok menyebutkan data bahwa ada sekitar 1% PNS difabel di Jakarta. Penyataan ini merupakan sanggahan yang diberikan kepada Sylvi saat Sylvi meragukan penyerapan tenaga kerja difabel di Jakarta. Kenapa saya sampai ingin menangis, karena saya memiliki teman yang (maaf) memiliki cacat fisik di tangan kirinya dan sudah sekitar hampir 3 tahun teman saya bekerja sebagai CPNS di Jakarta. Ini bukti nyata yang tidak bisa disanggah oleh Sylvi yang menurut Ahok tidak mau bergaul dengan PNS golongan rendah.

Saya ingin tertawa sambil guling-guling ketika Ahok mematikan argumen Sylvi itu. Logika saya menyetujuinya. Pantas jika Sylvi bicara ngalor-ngidul, darimana mau bisa nemu difabel kalo bergaul sama PNS golongan rendah aja tidak mau?

Saya sendiri juga orang lapangan, aktivitas saya sering berinteraksi dengan masyarakat. Saya tidak menyangsikan bahwa dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan masyarakat akan selalu menimbulkan pro dan kontra. Saya sangat menyayangkan pada paslon 1 yang mengungkit tragedi jadul untuk menjatuhkan Ahok. Di lapangan hampir tidak ada yang sama 100% dengan teori. Paslon 1 harus menyadari itu.

Dalam setiap upaya pemajuan suatu daerah, pasti akan selalui ada orang-orang yang merasa iri, tidak dihargai, dan merasa tidak terima karena tidak dilibatkan. Wajar kalau sampai ada orang-orang yang memusuhi, justru itu nanti bisa menjadi pembukti bahwa dimusuhi satu atau dua orang tidak akan mengubah tekat untuk perbaikan. Jika sudah jadi, toh nanti juga banyak yang akan berpikir ‘oh iya, Ahok benar’. Gambar yang ditunjukkan Ahok dalam closing statement itu buktinya, Kalijodo.

Apakah dulu tidak ada yang melawan? Apakah dulu tidak ada yang memusuhi Ahok? Tapi setelah disulap seperti sekarang justru malah dielu-elu kan oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga oppa omma. Hehehe

Begitulah di lapangan, tidak hanya main iya-iya in semua mau masyarakat. Ahok sangat menyadari itu, bukan sekedar memberikan semua yang diinginkan dan diimpikan warga sejak lama, tetapi memberikan apa yang dibutuhkan warga dan apa yang mampu diberikan. Sesimpel dan sesederhana itu. Tuh kan, saya merinding lagi.(seword)



Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)
loading...

Populer