Tertawa Di Saat Yang Tidak Tepat Versi Anies Sandi

Pagenews.co - Berikut ini kutipan dari salah satu media nasional mengenai banjir yang melanda DKI Jakarta yang dilontarkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Kirain sudah bebas banjir,” kata Anies disambut gelak tawa pendukungnya di kantor DPP Gerindra

, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).
“Genangan,” timpal Sandiaga yang berdiri di samping Anies.

“Oh genangan,” kata Anies lagi.

Kutipan yang bikin panas di telinga, bukan hanya untuk warga Jakarta yang mengalami banjir, tetapi secara nasional membaca apa yang sudah ditulis media tersebut. Ini membuktikan rendah dan miskinnya moralitas pendukung anda, atau anda berdua sendiri yang mengawalinya.

Musibah atau bencana bukan suatu isu yang seharusnya anda angkat, dijadikan senjata untuk merendahkan petahana yang saat ini adalah AHOK yang sudah bekerja keras mengatasinya. Menyindir pak AHOK tanpa memperhatikan korban musibah yang sedang mengalaminya, wibawa anda kemana? Hura-hura dan tertawa karena sudah masuk putaran dua dan yakin menang?

Mentalitas pendukungnya juga perlu dipertanyakan, mereka ini orang Jakarta atau bukan? Di saat tetangganya sendiri, saudaranya terkena musibah malah menertawakan. Atau karena mereka sudah tinggal di apartment mewah dan bebas banjir? Tidak seharusnya seperti itu.

Bukan nada pesimis, tetapi banjir Jakarta tidaklah seharusnya dibahas dan dikerjakan di Jakarta saja. Kita semua tahu, banjir di Jakarta bukan karena dari arah hilir bukan dari teluk jakarta (banjir rob), melainkan dari Hulu sungai ciliwung yang melewati Bogor, Depok dan bermuara di Jakarta. Berkurangnya sumur resapan di daerah Bogor karena banyaknya Villa yang berdiri di daerah resapan air juga merupakan salah satu penyebab air yang berkumpul di Bendung Katulampa menjadi berlebih. Bendung Katulampa adalah indikator terjadi atau tidaknya banjir di sekitar aliran sungai Ciliwung yang menjadi arah muntahan airnya.

Solusi yang ditawarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah Vertical Drainage, membuat sumur resapan dengan diameter 20 cm, sedalam 30 m diisi dengan material pasir atau sejenisnya, kalau yang biasanya kita tahu kemungkinan adalah biopori yang hampir sama, tetapi hanya dengan kedalaman 1 meter saja dan diisi dengan sampah organik semisal dedauan dan sebagainya.

Solusi yang ditawarkan oleh Anies Baswedan memang menarik dan bisa digunakan, Anies Baswedan memang benar soal teknik ini digunakan di luar negeri, ataupun kalau tidak salah digunakan pula di Stadion Gedebage Bandung. Tapi ya kembali itu lagi, solusi ini juga tidak serta merta bisa langsung digunakan, masih banyak lagi yang harus disinkronkan, Jakarta pasti banjir tetapi solusi untuk mempercepat hilangnya genangan itu pula yang seharusnya dipikirkan.

Penambahan setu atau waduk di Jakarta masih memungkinkan tanpa menggusur? Penambahan lahan hutan kota yang saat ini masih dibawah 10% (idealnya 30% dari luas kota) masih memungkinkan tanpa menggusur?

Anies baswedan dalam beberapa kali debat dan beberapa kali kesempatan bicara akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta, menurut Saya reklamasi juga merupakan salah satu solusi mengatasi berkurangnya lahan di daratan Jakarta. Toh AHOK juga telah memperhitungkan matang-matang dengan segala konsekuensinya mempertahankan reklamasi Teluk Jakarta. Dan jangan juga lupa, yang menjegal dia adalah mereka yang mendukung Anies Baswedan, ada kok yang sudah ditahan juga karena korupsinya.

Reklamasi di Teluk Jakarta berdasarkan data yang ada, yang saat ini sedang dilakukan tak hanya diperuntukkan bagi pengembangan kawasan komersial dan perumahan. Proyek ini sejatinya menjadi bagian pengembangan kawasan baru dan perbaikan lingkungan Teluk Jakarta. Cara ini, juga dipilih pemerintah sebagai salah satu cara mengembangkan berbagai infrastruktur vital. Kalau untuk kepentingan bersama dan bisa dirasakan oleh rakyat bagian bawah hingga atas dalam jangka panjang, Why Not?

Dan yang diperlukan saat ini adalah mengedukasi atau memberi pembelajaran kepada mereka-mereka yang belum memahami mengenai banjir Jakarta dan juga reklamasi Teluk Jakarta, dimana kemungkinan berkurangnya banjir di Jakarta dan juga perbaikan ekosistem laut di Teluk Jakarta memerlukan waktu yang tidak instan.

Seharusnya ini juga semestinya dilakukan seorang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, bukan memanfaatkan dan menertawakan petahana yang saat ini sedang bekerja keras untuk memenuhi keinginan warga Jakarta yang lebih baik di kemudia hari. Karena yang akan menikmati keberhasilan pembangunan adalah anak cucu kita, bukan kita yang saat ini saling menertawakan sesamanya di kala sedang mengalami musibah, apalagi digunakan untuk ajang mendulang suara dengan cara tidak etis. Mindset ini yang seharusnya hilang dari seseorang dengan predikat pendidikan tinggi seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Mana empatimu? (Seword)




Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)
loading...

Populer